Akademisi UBSI dan PT Yes Hadiri Inhouse Training di SMKN1 Karanganyar

Akademisi UBSI dan PT Yes Hadiri Inhouse Training di SMKN1 Karanganyar

Karanganyar – SMK merupakan sekolah kejuruan yang lebih memfokuskan siswa-siswinya untuk siap bekerja setelah lulus dari sekolah. Banyak cara yang dilakukan sekolah unyuk memberikan pembelajaran, salah satunya dengan cara melaksanakan kegiatan prakerin bagi para siswa agar bisa melatih kemandirian dan kesiapan siswa di dunia kerja. Guru pengajarnyapun juga harus di latih untuk bisa memberikan ilmu terbarunya. Hal ini dikarenakan kesibukan guru dalam kesehariannya sudah terlalu padat.

Untuk kepentingan yang lebih tinggi maka Program Studi Biro Perjalanan Wisata mengadakan Inhouse Training untuk memberikan masukan baru bagi guru di SMKN 1 Karanganyar. Bambang Eka Purnama Akademisi dari UBSI Surakarta dan Suharto pelaku usaha Biro Travel Yess didatangkan sebagai narasumber. Setelah dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana maka acara dilanjutkan dengan pemaparan. Wakasek Sarpras berharap dengan adanya inhouse trainning ini bisa memberikan pemahaman baru dan wawasan baru bagi guru sehingga bisa menaikkan kualitas guru.

Suharto yang kesehariannya mengelola biro travel mempunyai banyak armada bis. Pemilihan karoseri, mesin menjadi pertimbangan khusus dalam memilih bis yang akan digunakan sebagai tulang punggungnya. Sementara dalam memimpin perusahaan, Suharto lebih mengedepankan motivasi yang baik untuk crew bis termasuk sopir dan asistennya. Dengan kejujuran maka pekerjaan akan jauh lebih baik daripada bohong kata Suharto. Dalam perawatan bis Suharto lebih ketat. SUharto tidak ingin moda transportasinya bermasalah dijalan. Maka perawaan dari mesin beserta perangkat kerasnya sangat ditekankan. Suharto juga memberikan perhatian ekstra yang bersifat cairan didalam bis. Ini harus segera teratasi jika tidak mesin kita akan bermasalah kata SUharto

Bambang Eka Purnama yang dalam kesehariannya sebagai akademisi memaparkan bahwa jika dalam 3 bulan terakhir kondisi tv dan radio perolehan iklannya merosot drastis. Pertanyaannya kemana larinya pengiklan maka Bambang mengjawabnya sebagian besar lari ke internet dan media sosial. Bambang memberikan peringatan bagi media cetak dan elektronik yang masih ada di Solo jika tidak memodifikasi layanannya maka tidak akan lama lagi hanya tinggal nama. Semua stasiun televisi sudah punya chanel youtube, bahkan radio juga begitu. Media cetak membangun portalnya untuk menampung hasil liputan jurnalisnya untuk memberikan layanan lebih bagi custommernya. jadi kalau ingin tetap eksis maka harus melihat pasar kembali. Dalam kesimpulannya Bambang mengatakan sebuah masalah tidak perlu diselesaikan namun ciptakan masalah baru untuk mendapatkan keuntungan bertingkat dari masalah yang kita ciptakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *